Pages

September 19, 2010

Gege Mengejar Cinta by Adhitya Mulya


gw suka buku ini. banget. jadi ceritanya tentang si Geladi Garnida aka Gege yang jatuh cinta banget sama Annisa Saripuspita aka Caca, mulai dari SMP-SMA. selepas itu pun Gege ngga pacaran sama siapapun karena dunianya berhenti berputar semenjak si Caca ini menghilang dari dunianya (ceritanya si Caca pindah rumah). tapi si Gege ini merasa dia beda dunia sama Caca, sehingga dia ngga pernah memberanikan diri untuk ngobrol atau bahkan kenalan sama si Caca. padahal dia tetanggan dan selalu satu sekolah. intinya si Gege jatuh cinta banget tanpa Caca tau tentang itu. lalu ketika usia Gege 27 tahun, sudah bekerja di Radio, adalah Fathia Shakuntala aka Tia yang juga jatuh cinta banget sama Gege. tapi namanya cewe, Tia sangat gengsi untuk nyatain atau mengakui hal tersebut. hanya sampai hubungan sahabat Tia berani. sampai akhirnya ketika Caca kembali hadir dalam hidup Gege. kali ini Gege memberanikan diri untuk mengejar Caca dan mulai menghindari Tia. lanjutannya baca sendiri aja yaahh.. :) yg gw suka dari cerita ini adalah dialog-dialog yang bikin gw speechless aja gituh. ngerasa pas. ngerasa tertohok. ngerasa bertanya-tanya. nih gw tulisin semua. sesuai titik-koma.

#1

"Kita kenalan dari kapan? Setahun? Not even once, eluh pernah PMS."

"..."

"I know you, Ti."
"Do you, Ge? Do you really? How about that small tiny fact that I love you?"
"No, you don't."
"I do."
"No, you don't."
"Tia suka warna biru.
Suka kopi.
Nggak suka orang bau.
Ujung bibir kiri eluh selalu naik duluan sebelum ujung bibir kanan ketika ketawa.
Dengan gigih selalu pergi ke resepsi pernikahan bareng guah guna mencari jodoh.
Di sana sehabis menjarah makanan, selalu pergi ke kamar kecil, memastikan bahwa tidak ada sisa makanan yang terselip di gigi karena itu akan men-dropkan nilai jual.

You and all the little things that you do, Tia."
Tia terdiam menatap garpu lalu gengsi menatap Gege.
"Gue suka warna biru sejak elo kerja dengan tas biru buluk lo itu.
Gue jadi suka kopi karena pas nyeduh kopi di pantrylah pertama kali elo ngebuat gue ketawa....
Gue suka bau badan eo yang wangi.
Ujung bibir kiri gue seperti itu karena elo yang ngebuat gue tertawa.
Gue pergi ke banyak resepsi just to be with you...
dan gw mastiin diri gw secantik mungkin....
karena gue dandan demi elo.

You... and all the little tiny things that you are...,
" jawabnya pahit dalam hati. Masih gengsi.

ini dialog yang paling.paling.paling.paaaaaliiiiiing gw suka. dimana Gege sangat memperhatikan Tia. tapi ternyata ada kenyataan-kenyataan lain yang Gege ngga tau
:)

#2
"Sama gue elo nggak perlu merasa memperbaiki diri.
Sama gue, elo nggak perlu takut merasa tidak cukup berharga.
Sama gue, elo diterima apa adanya.
Bukan superman yang wanita cari.
Bukan milyuner yang wanita impikan.
Bukan einstein yang wanita tunggu.
Bukan apa yang elo tabung dan elo kerjakan yang akan membuat elo dihargai wanita.
Tapi apa yang elo bersedia berikan.
Elo berikan gue rasa nyaman.
Elo berikan gue rasa teduh.
Elo berikan gue apa yang cowok nggak.
Apa adanya elo.
"
Tentu saja, ini juga khayalan. Tia termenung menatap Gege yang termenung menatap Gedung II.

gw setuju sama Tia. apalah artinya kaya atau pinter kalo kita ngga nyaman sama seseorang ;)

#3"So basically, cewek mencintai orang yang mencintainya. Tapi kalo cowok, mereka memilih kepada siapa cinta mereka akan mereka berikan."
"... Dasar cinta wanita itu adalah perasaan ingin disayangi. Dasarnya pria, adalah perasaan ingin memiliki."

gw termenung si baca kalimat ini. bertanya-tanya apakah benar kenyataanya seperti ini. *dan sepertinya gw mulai ke arah menyetujuinya..*

#4
"... a tree falls in a forest with no one hearing it. Does it really fall?"
... "The answer is yes.... But who cares?"


ini sangat menohok orang-orang yang jatuh cinta secara diam-diam. dan gw pernah dalam situasi seperti itu. mm..sedikir banyak mendorong gw untuk akhirnya ngasi tau kalo ada pohon yang jatuh di dalam hutan sana
:) *well itu cerita lama :D*

#5

"... konsep flirting tuh deketan, saling goda, dan saling membuat penasaran."

haha..penasaran. kata-kata yang agak menganggu gw
:p

#6

"...bahwa wanitah pada dasarnyah memang suka dikejar. Tapi wanitah tidak suka dipaksa berjalan lebih cepat dari yang mereka inginkan dan bahwa wanita menyukai kondisi di mana mereka memegang kontrol atas setiap pendekatan."

yayaya..saya juga setuju :p


#7

"Some say, men find women's neck attractive."

dulu saya bertanya-tanya tentang ini dan pernah menanyakan langsung sama temen cowo gw. dan memang mereka setuju si.


#8

"Makanya aku sekarang nggak terlalu nyari yang gimana-gimana. Nggak perlu deh astronot. Tapi aku ingin jika deket sama dia, aku tuh nyaman. Damai. Cocok."
"Parameter cocok?"

"Itulah yang aku tidak tahu. Cinta kan bukan matematika. Nggak pernah kita bisa define." ... "Aku rasa aku baru tahu jika ketika bersamanya, dalam hatiku ada suara."
"Suara apah?"

"Seperti suara botol dan tutup ulirnya. Klik."

gw lagi mencari suara 'klik' itu. entah udah ketemu atau belom :")

#9

"Kamu ngapain sih nagajakin aku ngabahas hidran?"
"..."

Caca berpaling dan mencondongkan muka, interogatif.
"Gugup ya jalan sama perempuan?" (footnote dari pengarang: Coba ya itu kaum hawa. Paling jagoan ngegap orang.)
"..."
"Kenapa gugup?"
Caca menahan senyum.
"Selalu gugup."
"Menghadapi perempuan?"
"Menghadapi kamuh."
"..."
"..."


benarkaaaaaaah kaum hawa paling jagoan ngegap orang? ;)

#10
"...Seperti segelas air dan sebongkah emas. Sebongkah emas sangat langka dan begitu dicari orang, membuatnya begitu terlihat dan terasa berharga. Orang tidak pernah merasakan pentingnya air. Bukan karena tidak penting tapi karena begitu terbiasanya manusia mengonsumsi air sehingga hanya baru terasa penting ketika air hilang. Air itu penting ..."

ini pertanyaan awal. siapakah yang kita cintai? siapa yang kita butuhkan?
sebongkah emas ataukah segelas air?

*terima kasih kepada Adhitya Mulya telah menerbitkan buku dengan cerita sebagus ini :)

5 comments:

  1. gw baru tau lo punya blog..hehehe..udah gitu gw suka isinya..jadi,,gw subscribe di google reader ye..

    btw, apakabar skripsi?

    ReplyDelete
  2. nanae, gw jadi inget.. gw suka quote yang #8 dan #10. hehe

    ReplyDelete
  3. anonymous siapa ya? hehehe. tapi makasih uda subscribe. hoho.. :)

    marina: betuuuuuulll..bagus kan. baca deh, mar. gw pinjemin nih punya vira ;)

    ReplyDelete
  4. anonymous: skripsi? huaaahhh.. semester depan aja kayanya mah

    ReplyDelete
  5. # well, adakah dari kita yang pernah bertanya sejauh mana kita berani mengejar cinta? selama apa kita bersedia menunggu cinta? pertanyaan yang paling sulit adalah mana yang kita pilih, dia yang mencintai kita atau dia yang kita cintai? sebuah pertanyaan yang tentunya tidak ada benar salahnya dan kembali ke individu masing-masing untuk ditimbang dan dijawab

    # ca, kamu tau nggak, kamu ngerusak ritme hidupku

    hehehe ^_^

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...